TEST DRIVE: BMW 730Li CKD 2017

PT BMW Group Indonesia baru saja memberi kesempatan OtoDriver untuk menjajal satu produk barunya yaitu seri-7 yang kini menjadi program yang diutamakan sepanjang tahun 2017. Dalam kegiatan ini disediakan 2 varian sekaligus yaitu 730 Li yang sudah dirakit di Indonesia dan varian 740 Li yang menjadi top of the line dan dalam status CBU.

“Tahun 2017 ini kami akan lebih fokus pada produk high end kami yaitu seri-7. Walaupun hadir dalam CKD dan CBU bukan artinya ada perbedaan kualitas namun kami ingin memberikan pilihan bagi konsumen untuk bisa menyesuaikan kebutuhannya,” tutur Jodie O’tania selaku Vice President Marketing Communication BMW Group Indonesia.

Kami langsung penasaran untuk mencoba versi CKD yaitu 730 Li. Impresi pertama melihat varian ini jika dilihat tidak secara seksama, tidak ada perbedaan signifikan di eksteriornya. Bahkan kami pun cenderung tidak menyadarinya kalau ada perbedaan.

Ternyata di bagian eksterior ada perbedaan dan yang paling signifikan adalah desain pelek double spoke berukuran 19 inci yang membuat 730 Li lebih terlihat sporty ketimbang 740 Li yang terlihat lebih elegan dengan pelek berdesain jari-jari.

Selain itu perbedaan juga terlihat pada panel-panel krom yang berada di bumper depan dan belakang karena untuk 740 Li dilengkapi dengan aksen krom yang lebih banyak dibandingkan dengan seri 730 Li. Namun banyak orang awam pun yang tidak bisa langsung menyadari hal ini.

Masuk ke dalam interiornya, saat duduk di bagian depan kami masih merasakan kemewahan yang sama seperti model teratasnya, 740 Li yang sudah pernah kami tes. Pengaturan posisi duduk yang bisa dilakukan secara elektrik sehingga terasa lebih mudah untuk mendapatkan posisi nyaman. Kami pun siap membawa jalan sedan mewah rakitan lokal ini dengan jarak tempuh kurang lebih 613 km pada hari itu dengan rute Jakarta – Cirebon – Bandung.

Namun setelah berlama-lama melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Cirebon, barulah perbedaan terasa. Saat menyalakan AC, memang tidak ada perbedaan dalam mengatur pendingin kabin ini. Tapi saat mencari fitur pengharum kabin serta IONIC, ternyata fitur tersebut absen di mobil ini.

Selain itu, kulit yang melapisi seluruh interior 730 Li adalah tipe Dakota yang sama seperti pada BMW X5. Kulit ini lebih bertekstur kasar dibandingkan dengan Nappa Leather yang hadir pada 740 Li. Begitu juga di bagian plafon 730 Li yang menggunakan pelapis berbeda, karena 740 Li menggunakan suede alcantara.

Kegiatan first drive bermasa beberapa awak media nasional ini kebetulan mengambil rute Jakarta menuju Cirebon melalui tol Cipali, cocok untuk merasakan sensai performa dapur pacunya. Mesin 2.000 cc empat silinder turbo yang menghasilkan tenaga 258 dk dengan torsi 400 Nm sebenarnya sempat kami khawatirkan bakal tak memberikan performa yang impresif untuk mobil yang memiliki bobot 1.795 kg ini. Tapi dugaan itu ternyata salah besar.

Lecutan tenaga mobil ini masih terus terisi dari putaran bawah hingga menengah ke atas yang terbantu berkat transmisi otomatis 8 percepatannya. Girboks ini sangat responsif sehingga penyaluran tenaga dari mesin ke roda selalu tersalurkan dengan baik. Melakukan overtaking ketika berada di kecepatan 120 km/jam pun sangat mudah dilakukan. BMW mengklaim bahwa 730 Li ini mampu berakselerasi dari 0 sampai 100 km/jam hanya dalam 6,3 detik. Angka yang sangat impresif. Meski anti akan kami uji lagi sendiri saat mengetesnya dalam jangka panjang.

Selain itu mesin ini suaranya tidak menjalar hingga ke dalam kabin saat putaran mesin tinggi. Kenyamanan suspensinya juga tetap tercipta dengan baik berkat penggunaan suspensi udara berteknologi Dynamic Damper Control yang dapat mengontrol guncangan ke bodi mobil.

Segala kontur jalanan teredam sangat baik sehingga kenyamanan semakin optimal dirasakan baik pengemudi maupun penumpang. Tapi ternyata suspensi di 730 Li ini walaupun memberikan karakter yang lembut, ia tetap terasa memiliki handling yang berkarakter sport dibandingkan 740 Li. Padahal pihak BMW Indonesia menyampaikan bahwa seluruh sistem suspensinya sama dengan 740 Li.

Saat mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan sebagai peumpang di bangku belakang, OtoDriver langsung segera mencari tahu perbedaan fitur di bagian belakangnya. Namun saat mobil ini sudah berjalan, tidak ada perbedaan kenyamanan yang di dapatkan di 730 Li, hanya disayangkan absennya fitur seat massage di kedua jok belakang. Namun soal peredaman kabin maupun suspensinya masih terasa sama dengan 740 Li.

Begitu juga sistem hiburan di bagian belakang juga tetap hadir dengan sistem entertainment dari dua buah layar 12,3 inci yang diletakan di belakang jok pengemudi pengemudi dan penumpang, layar hiburan ini bisa diatur melalui tablet layar sentuh berukuran 7 inci yang disediakan.

Tablet itu memiliki banyak fungsi untuk penumpang di bagian belakang, mulai dari mengatur ambience alias suasana interior di malam hari, mengatur suhu kabin bagian belakang, mengatur posisi duduk penumpang belakang, mengatur sunshade di pintu dan kaca belakang serta panoramic roof.

Ditambah lagi bisa untuk memberikan kordinat GPS alamat tujuan kepada pengemudi untuk bisa mengetahui kemana sang pemilik ingin diantarkan. Selebihnya ia mampu berfungsi sebagai tablet seutuhnya dengan sistem operasi Android.

Untuk ulasan lebih detail dan komprehensif, tunggu review kami yang lebih mendalam setelah unit tesnya dipinjami oleh BMW Group Indonesia kepada OtoDriver.

 

Kesimpulan

BMW 730 Li ini memberikan kemewahan yang sebenarnya dengan sangat baik. Walau rakitan lokal, kenyamanannya masih tetap setara dengan 740 Li walaupun ada beberapa fitur yang dipangkas. Selain itu, meski berkapasitas mesin lebih kecil, sedan mewah CKD ini memiliki tenaga yang ternyata masih cukup besar dan mampu memberikan tingkat efisiensi bahan bakar yang juga lebih baik. Apalagi harganya yang tereduksi hingga sekarang dibanderol tak sampai Rp 2 miliar on the road membuat sedan besar ini semakin menarik.

 

Kelebihan

  • Kenyamanan sama dengan 740 Li
  • Bahan bakar efisien untuk sebuah sedan luxury
  • Tenaga mesin tetap optimal walaupun berbobot berat
  • Harga tereduksi cukup banyak

 

Kekurangan

  • Beberapa fitur unik tidak hadir
  • Derum mesin 4 silinder kurang berkarakter

 

Spesifikasi:

BMW 730 Li CKD

Harga:  Rp  1,699 miliar (off the road)

Mesin: 2.000 cc 4 silinder turbo

Tenaga maksimum: 258 dk

Torsi maksimum: 400 Nm

Transmisi: Otomatis 8 percepatan

Penggerak: Rear Wheel Drive

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: